Skip to main content

Back-pain, gigi ngilu, pindah dokter (My First Pregnancy part. 4)

Haiiiii semuanya! Di postingan kali ini, aku bakal cerita tentang apa yang aku rasain dari week 20-26. Semoga pengalamanku ini bisa bermanfaat ya buat kalian :)

Berawal dari tanggal 20 Oktober 2017, aku dan suamiku pulang ke Bogor. Hari itu adalah hari Jum'at dan kita baru naik bis ke Bogor itu sekitar jam 5 sore. Tapi ternyata kita salah strategi. Tol Tangerang-Merak sih so far so good ya, nggak macet yang macet banget gitu. Tapi pas masuk tol dalam kota, OH MY GOD! Perjalanan hari itu adalah perjalanan yang berasa lamaa banget dan sangat painfull buatku. Awal-awal naik bus sampe mau keluar tol Kebon Jeruk sih aku masih bisa tidur dengan posisi kaki naik ke paha suamiku haha (maafin aku ya suamik), dan kebetulan pas keluar tol Kebon Jeruk tuh ada tukang permen jahe lewat. Akhirnya kebangun karna mau beli permen jahe (fyi permen jahe di bus bus gitu emang terbaiks lah). Naah, setelah kebangun itu aku ngga bisa tidur lagi. Mungkin karna kelamaan duduk jadinya punggung bagian belakang pegel banget terutama punggung kanan dan pinggul kanan. Disitu aku udah uring-uringan karna bener-bener ga nyaman, terus pusing juga sampe kalo ngeliat tuh nggak jelas gitu. Akhirnyaa after 5 hours, kita sampe di Bogor walaupun pas turun bis sempet keleyengan dan hampir jatoh. Setelah solat, dan bersih-bersih badan kita bobok syantiek.

Next dayy tanggal 21 Oktober 2017, kita berangkat ke Depok sekitar jam 11 siang karna harus menghadiri acara pernikahan sahabatnya suamiku di daerah Halim. Sampai di Depok, kita istirahat, makan siang dan ngobrol-ngobrol sama keluarga. Setelah solat ashar, aku mulai make up dan berangkatlah kita ke rumah salah satu sahabatnya suamiku karna semuanya janjian disana. Hari itu aku pake kebaya dan kain. Kebayanya sih fine-fine aja, tapi untuk kainnya aku salah perhitungan. Aku sempet cobain bajunya beberapa hari sebelum berangkat dan menurutku kebaya dan kain itu masih cukup aku pakai walaupun sekarang perutku makin besar. Salahnya aku adalah aku hanya coba kebaya dan kainnya dalam keadaan berdiri. Ketika aku sampai dirumah temannya suamiku dan aku mencoba untuk duduk, jeng jeng jeng!!! Rasanya pengap karena kainnya menekan bagian perutku yang sudah semakin membesar. Aku bingung, harus aku apakan kain ini agar aku tetap merasa nyaman memakainya. Akhirnya, aku lepaskan kaitan dan sleting yang ada di bagian belakang. Rasanya sedikit lebih lega, namun ada kekhawatiran kainnya akan merosot. Tapi akibat perutku yang membesar ini, alhamdulillah kainnya tetap diam pada tempatnya hingga acara selesai hahaha. Aku dan suamiku tiba dirumah pukul 11 malam dan rasanya melelahkan sekali karna ini adalah hari kedua aku pulang malam.

PS. Untuk bumil yang lagi coba-coba baju atau kain, coba juga dalam keadaan duduk ya agar tidak salah  perhitungan seperti aku hehehe.

Tanggal 22 Oktober 2017, sekitar jam 9 pagi kita berangkat dari Depok menuju ke rumah orangtuaku di Bogor. Kita sampai di Bogor sekitar pukul 12 siang dan suamiku harus segera pulang ke Serang karena harus bertemu dengan dosennya. Jadilah dia berangkat dari Bogor pukul 2 siang dan kamipun LDR lagi hiks. Pada hari itu, kebetulan sahabatku sedang free dan mereka mengajakku ke salah satu restaurant all you can eat di Bogor yaitu Bamboo Dimsum. Akhirnya, setelah shalat ashar, aku bertemu dengan sahabat-sahabatku dan baru tiba di rumah sekitar pukul 9 malam. Hari ke tiga aku pulang malam, badanku rasanya nggak enak banget dan sepertinya aku akan terkena flu dalam beberapa hari mengingat suaraku yang sudah mindeng dan kepalaku yang pusing sekali.

Di minggu ini, benar saja akhirnya aku terserang flu berat. Aku sesak nafas karena selain hidungku mampet, perutku makin besar, aku juga merasakan back-pain yang membuatku semakin sesak. Aku sulit bernafas melalui hidung karena hidungku mampet terus. Akibatnya, aku tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari yang membuat badanku semakin drop. 

Selain karena aku flu berat,  back-pain yang aku rasakan semakin parah terutama di bagian rusuk sebelah kanan. Awalnya aku kira aku masuk angin, tapi setelah dipijat dan dibalur dengan parutan jahe oleh ibuku, aku tidak merasa enakan. Bahkan keesokan harinya, aku merasa sendi-sendi pada tangan sebelah kanan ngilu sekali. Mulai dari sendi di bahu, hingga ke jari-jari tangan. Aku merasa tangan kananku membengkak dan mulai kebas. Melihat  kondisi ini, papaku akhirnya mengajakku ke tukang urut langganan keluarga kami. Lokasinya berada di Bohlam (arah ke Sukabumi), tidak ada papan nama ataupun nomor telfon dari tukang urutnya karena masih sangat tradisional. Keluargaku sudah kenal dan menggunakan jasa beliau sejak adikku masih bayi, dan sekarang umur adikku sudah 16 tahun. Aku dipijat sekitar 45 menit dan ternyata beliau bilang peranakanku turun dan calon bayiku mendorong ke bagian kanan (ke tulang selangkangan bagian kanan), itu sebabnya sakit yang aku rasakan hanya pada bagian kanan. Akhirnya beliau memperbaiki posisi bayiku kembali ke tengah dan sampai saat ini aku merasa jauh lebih baik. Cara beliau memperbaiki  posisi bayi bukan dengan cara memijat bagian tengah perut, tetapi lebih ke bagian pinggir-pinggirnya. Jadi seperti menggiring dedek bayi untuk kembali berada di tengah. Untuk masalah pijat ini sepertinya masih banyak pro dan kontra, awalnya aku juga takut untuk dipijat dengan "dukun beranak" atau biasa  disebut paraji. Tetapi mengingat yang memijatku adalah orang yang sudah sangat kami kenal dan juga tante-tanteku yang sedang hamil juga seblumnya dipijat disini, aku tidak lagi khawatir. 

Minggu 29 Oktober 2017, aku melaksanakan UAS semester 4. Iya, aku masih kuliah dan alhamdulillah baru selesai UAS semester 4. Kebetulan, ruang ujianku berada di lantai 2 yang mengharuskanku naik tangga. Dari rumah, aku membawa bantal untuk sandaran punggung karena aku yakin bangkunya pasti sangat tegak dan tidak nyaman. Sepanjang ujian, aku bersin-bersin terus dan banyak sekali lendir yang keluar dari hidungku. Kepalaku juga terasa sangat sakit dan aku masih tidak bisa tidur karena sesak nafas (aku tidak minum obat apapun semenjak  aku terkena flu). Aku merasa tidak kuat lagi dan memutuskan untuk ke dokter keesokan harinya. Setelah selesai ujian, aku bergegas pergi ke tempat penjualan tiket bus karna suamiku akan pergi ke Wonogiri untuk keperluan keluarga pada tanggal 1 November. Saat aku sampai di tempat yang diinfokan oleh suamiku, aku tidak menemukan loket penjualan bus tersebut hingga aku harus berjalan jauh sekali dan ketika aku menemukan loketnya, ternyata loketnya baru saja tutup hiks.

Senin, 30 Oktober 2017. Aku memutuskan untuk ke dokter Arina bersama dengan suamiku, kebetulan suamiku sedang pulang ke Bogor, yay! Setelah sampai di RS UMMI dan berjalan dari parkiran menuju ke tempat pendaftaran, aku merasakan ada sesuatu yang keluar. Rasanya seperti ketika kita sedang haid lalu ada darah yang keluar. Akupun kaget dan segera bergegas ke kamar mandi untuk cek apakah semuanya baik-baik saja. Setelah selesai dari kamar mandi, aku berjalan menuju ke tempat pendaftaran untuk menemui suamiku. Baru setengah jalan, aku merasakan ada lagi yang keluar dari (maaf) miss V ku. Aku langsung bergegas menuju kamar mandi untuk melihat apa yang baru saja keluar. Ternyata yang keluar adalah cairan bening seperti air yang dicurigai sebagai air ketuban. Sangking banyaknya cairan tersebut keluar, sampai-sampai (maaf) celana dalamku basah dan akhirnya aku minta suamiku untuk membelikanku pembalut. Setelah kami daftar, kami langsung menuju  ruangan tunggu. Oiya, selain back-pain dan flu, aku juga merasakan ngilu pada gigi. Ibuku bilang ada kemungkinan aku kekurangan kalsium karna kalsium yang anakku butuhkan diambil dari tubuhku. Sekitar pukul setengah 11 siang akhirnya kami bertemu dokter Arina, dokter yang ingin sekali kami temui dari awal kehamilanku. Dokter bertanya mengenai keluhanku, aku bilang aku merasakan back-pain, gigi ngilu dan juga flu. Aku juga bilang pada dokter bahwa pada 8 September 2017, HBku 9.1 dan dokternya kaget karna angka tersebut cukup rendah. Tibalah saatnya USG, yayyy! Dokter bilang anakku alhamdulillah sehat dan normal walaupun berat badannya masih kurang sedikit, tapi dokter bilang makannya santai aja takutnya nanti malah terlalu besar bayinya. Dokter juga menyarankan untuk tidak banyak jalan dulu, nanti pada usia kandungan 28 weeks, baru aku harus rutin jalan pagi dan senam hamil agar bisa lahiran normal karna normal lebih cepat pulihnya. Dokter Arina ini sangat pro normal menurutku, dilihat dari cara beliau menyemangatiku untuk bisa lahiran normal. Volume ketubanku pada saat itu juga normal, tapi dokter menyarankan untuk banyak minum. Untuk pantangan, dokter hanya bilang aku tidak boleh makan-makanan yang mentah karena takut ada bakteri yang menempel pada bahan makanan tersebut dan untuk buah diusahakan buah yang dikupas untuk menghindari kontaminasi bakteri. Aku juga dijadwalkan untuk cek darah pada saat kontrol bulan depan, dan kata dokter aku bisa USG 4D bulan depan, yayyy ga sabar banget mau lihat anakku hihi. Oiya, dokter juga meresepkan beberapa vitamin dan obat yaitu Sistenol untuk obat flu, Osfit DHA untuk tambahan kalsium dan Inbion sebagai suplemen penambah darah. Dokter Arina juga menyemangatiku untuk menaikkan HB ke angka normal agar aku bisa lahiran normal. So far,  aku dan suamiku merasa sangat cocok dengan dokter Arina :)

Oiya, di week 26 ini aku sudah tidak memakai The Bump untuk track usia kandunganku. Saat ini aku pakai Preganncy+ karena aku rasa fiturnya lebih banyak. Di dalam aplikasi tersebut ada video perkiraan dedek bayi setiap weeks, ada hasil USG 2D dan 3D. ada info mingguan dan harian, perkiraan ukuran bayi sebesar apa, ada timeline apa yang harus dilakukan pada saat weeks tersebut, ada kick counter, ada bagian "Guides" yang berisi banyak sekali info, disini kita juga bisa track berat badan kita selama hamil, ada bagian dokumentasi perut kita setiap weeks, birth plan, appointments beserta daftar pertanyaan yang ingin kita tanyakan ke dokter, to-do list, phone (daftar nomer telfon penting), kumpulan baby names dari berbagai negara dan kita bisa juga save nama-nama calon bayi kita, ada shopping list, hospital bag dan contractions counter. Beberapa fitur memang tidak tersedia pada mode "free", tapi jika kalian membeli premium package seharga 59 rb (belum termasuk pajak), kalian bisa mendapatkan semua fitur tadi. Kalo aku, karena aku ingin punya semua fitur tadi, akhirnya aku beli premium package nya. Toh tidak ada masa berlakunya dan bisa digunakan untuk anak yang ke-2, dan seterusnya. Sejauh ini aku lebih suka pakai Pregnancy+ karena aku merasa dapet lebih banyak info aja hehehe worth to try :D

Di week 26 ini juga aku merasa gerakan bayiku lebih jelas dan kuat. Rasanya kalo dia lagi gerak, badan kita ikutan bergetar juga gitu haha. Aku juga merasa bayiku sudah mulai mengenal suara orangtuanya, karena kalo suamiku ajak ngobrol, pasti dia respon dengan tendangan-tendangan mungil hihi sehat terus  ya dek :D

Sepertinya itu saja yang mau aku ceritakan. Oiya, setelah meminum suplemen penambah kalsium, aku sudah tidak merasakan gigi ngilu lagii :D Kalo kalian ada yang mau sharing juga, atau ada yang mau ditanyakan, bisa langsung di kolom komentar yaa! Semoga pengalamanku ini bermanfaat untuk kalian :D

Thank you for reading and have a nice day! 


Love,


Z, A, Baby ZA

Comments

Popular posts from this blog

My first $100 as a Freelancer. Work from home mom's (Part 1)

Haiiiii momss! Setelah sekian lama nggak blogging, akhirnya ada sedikit waktu untuk berbagi cerita lagi. Kali ini aku mau cerita gimana caranya aku dapet $100 pertamaku sebagai freelancer dan kerja dirumah. Ikutin terus yaa! Tahun 2017, tepatnya bulan Juli aku resmi resign dari kerjaanku dan harus pindah kota untuk ikut suami. Rencana awal, setelah pindah kota aku masih mau kerja. Tapi ternyata alhamdulillah aku hamil dan kondisi saat itu bener-bener nggak memungkinkan buat kerja. Sekitar 3 bulan sebelum resign, aku cari-cari lowongan freelancer di kota baruku karna aku biasa ngajar les private kan jadi mikirnya ya mungkin ada lowongan les private di kota yang baru ini. Pas aku lagi searching tentang freelancer job ini, keluarlah 2 website freelancer yaitu upwork.com dan freelancer.com. Apa itu upwork.com dan freelancer.com? Aku coba jelasin sedikit ya, untuk lebih lengkapnya kalian bisa langsung ke webnya atau googling aja hehe. Jadi 2 website ini adalah website semacem j...

Mama's Honest Review: Philips Food Processor - White HR7310/00

Halo ibu, apa kabar? Hari ini aku mau cerita pengalaman aku selama menggunakan Philips Food Processor - White HR7310/00. Untuk ibu yang mau beli food processor ini, boleh banget nih bu baca reviewnya!    Philips Food Processor - White HR7310/00 sumber: www.philips.co.id Sebelumnya, mari kita sebut saja food processor ini dengan singkatan FP ya. Nah, aku beli FP ini pada bulan Mei 2022. Alasannya apa sih aku beli FP ini? Terlebih lagi saat ini banyak FP atau chopper yang harganya lebih terjangkau dibanding harga FP Philips ini. Kenapa aku tidak memilih chopper dengan  tipe mesin diatas? Aku coba jelaskan pendapatku yaa. Jadi aku memutuskan untuk beli FP karena chopper -ku yang biasa aku pakai rusak, mesinnya terbakar karena terlalu lama menyala saat pemakaian. Disini lah aku mulai cari pro dan kontra FP dengan mesin di atas dan mesin di bawah. Setelah aku baca-baca dan lihat review , aku dapat kesimpulan bahwa FP dengan mesin di atas tidak cocok untuk menghaluskan sesuat...

Honeymoon (Jogja, Kulonprogo, Gunung Kidul. Ga Capek????)

Haiiiiii!!!! Akhirnya selesai jugaa postingan tentang honeymoon ini. Honestly, aku mau post ini dari sekitar 1 tahun yang lalu. Tapi karna gak lama setelah nikah aku hamil, jadilah sharing tentang pregnancy dulu hihi maaf yaa baru sempet share :D Jadi, awalnya aku pengen banget honeymoon ke Bali atau Lombok karna aku suka banget sama pantai. Yes, I love beaches <3 . Tapi karna tanggal 28 Maret itu nyepi, akhirnya kita ganti tujuan kita jadi ke Jogja yayyyy!!!! Aku dan suami pesen tiket pesawat kalo nggak salah sih sekitar sebulan sebelum menikah, dan kita pake Air Asia. Waktu itu Jakarta-Jogja PP harganya sekitar 600 ribuan per-orang. Kita memutuskan untuk berangkat tanggal 28 Maret. Dari Serang, kita naik Damri sekitar jam 5 an. Damri dari Serang ke Soetta biasanya suka lewat indomaret patung setiap jam. Tarifnya kalo nggak salah sih 60 ribu. Lama perjalanan Serang-Soetta sekitar 2,5 jam. Jadi jam setengah 8 kita udah sampe Soetta. Padahal flight kita masih jam 10 hahaha. ...